-->
BLANTERWISDOM101

Beda Keahlian karena Warisan Leluhur Tikus dan Kelelawar

Saturday, April 6, 2019


Di tanggul irigasi dekat Pura Penataran tinggal sebuah keluarga kecil  tikus. Keluarga tikus ini terdiri dari Ifan sebagai kepala keluarga di dampingi istrinya Sinta. Sepasang suami istri tikus ini dikaruniai 2 ekor anak yang lucu-lucu yaitu Deni dan Cinta. Keluarga kecil tikus ini hidupnya sangat bahagia. Di sekitar tanggul ini mereka tidak pernah kekurangan makanan. Ada saja bahan makanan yang tersedia yang mereka ambil dari sawah dan pekarangan petani di sekitar tempat itu. Apalagi sekarang setelah kebun karet diganti menjadi persawahan tempat menanam padi, semakin mudahlah mereka mendapatkan makanan. Kebahagiaan keluarga tikus semakin bertambah setelah mereka dikaruniai sepasang anak yang gemuk dan lucu-lucu. Semakin bertambah umur anak tikus itu semakin pintarlah mereka. Keingintahuan mereka sangatlah besar. Sehingga kadang kedua orangtuanya kewalahan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.
Pada suatu sore seperti biasa keluarga tikus ini bersiap-siap akan pergi mencari makanan ke sawahnya Pak Prema yang padinya sedang berbunga. Bagi tikus, padi yang sedang berbunga adalah makanan pavorit mereka, selain rasanya yang enak dan manis vitamin dan gizinya juga sangat tinggi. Sangat bagus untuk perkembangan buah hati mereka yang sedang dalam masa pertumbuhan. Untuk itu mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmatinya. 
Sambil menunggu hari gelap mereka ngobrol-ngobrol kangin kauh,  apalagi kedua anak tikus itu Si Deni dan Cinta tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan.
Deni: "Ibu, mengapa kita tinggal disini? tidak pindah saja ke tempat yang lain saja?"
Cinta: "Iya bu... mengapa kita tidak tinggal dikota saja seperti keluarganya Indra dan Sendi?"
Sinta: "Tidak nak... Ayah dan Ibumu lahir dan besar disini, jadi kami sudah terbiasa dan betah tinggal disini"
Deni: "Kalau menurut ibu apa enaknya tinggal disini"
Sinta: "Kita disini tidak pernah kekurangan makanan. Maka kami tidak pernah berpikir untuk pindah dari tempat ini"
Cinta: "Kalau menurut ayah, selain makanan yang banyak apalagi yang menyebabkan ayah betah tinggal disini?"
Ifan: "Kalau menurut ayah, selain karena makanan yang melimpah sehingga tubuh kita bisa gemuk-gemuk. Faktor keamanan juga  yang juuga menjadi pertimbangan. Sehingga ayah mengajak ibumu tinggal disini".
Cinta: "Apa maksudnya ayah dengan faktor keamanan?"
Ifan: "Begini anakku.... Di sekitar tempat ini tinggal orang-orang dari Bali yang beragama Hindu. Mereka sangat menghargai dan menghormati tikus. Bahkan untuk berbicara kasar tentang kita saja mereka tidak berani. Meskipun hati mereka jengkel karena padinya kita makan tetapi mereka tidak berani marah. Paling banter mereka minta kita menyisakan padi agar tidak semuanya kita makan. Bahkan ada yang rela membawakan kita sesajen agar kita bersedia tidak makan padinya lagi. Bahkan saking hormatnya mereka dengan kita mereka meyebut kita dengan panggilan atau julukan Jro Ketut. Nah di tempat lain,  kita tidak  akan pernah mendapat penghormatan seperti itu. Kalau kita makan padi pasti  kita akan dikasih racun yang sangat mematikan"
Deni dan Cinta: "Ooo.... begitu ya..."
Sinta: "Nah.. anak-anakku sekarang suasana sudah gelap mari kita turun ke sawah".
Kemudian keempat tikus ini berjalan bersama-sama menuju ke sawah.
Dalam perjalanan ke sawah tiba-tiba Deni dan Cinta melihat rombongan kelelawar yang jumlahnya ribuan terbang keluar dari Gedung Waletnya Pak Hansel. Melihat rombongan kelelawar yang sedang tterbang itu Deni mengajak Cinta untuk mengejarnya dari bawah. Deni dan Cinta juga menirukan cara kelelawar itu terbang dengan mencoba merentangkan kedua  tangan dan kakinya. Kemudian mengerak-gerakkan kedua tangan seolah-olah terbang. Tapi mereka tidak dapat mengikuti kelelawar yang terbang dengan cepat itu. Akhirnya dengan rasa kecewa mereka kembali ke tempat ayah dan ibunya makan padi.
Deni: "Ibu mahluk yang bisa terbang itu apa namanya?"
Sinta: "Oo... itu kelelawar namanya"
Cinta: "Mukanya kok mirip dengan kita ya?"
Sinta: "Iya... mereka sebangsa dengan kita"
Deni: "Tapi kok mereka bisa terbang? sedangkan kita tidak?"
Ifan: "Itu karena leluhur kita waktu kuliah dulu mengambil jurusan Pertanian sehingga kita ahli di bidang  mencari makanan di persawahan dan perkebunan. Sedangkan kelelawar leluhurnya kuliah mengambil jurusan Penerbangan sehingga mempunyai keahlian mencari makanan sambil  terbang. Kita sebagai keturunannya tinggal meneruskan dan melestarikan keahlian kita masing-masing"

Share This :

3 komentar

  1. Besok harus ambil jurusan penerbangan nih supaya bisa terbang,walaupun nenek moyang ku ambil jurusan pertanianšŸ˜‚šŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus... Biar nambah keahliannya. TeeTer kasih atas kunjungannya

      Delete
  2. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.com

    ReplyDelete

Adnow3

loading...