-->
BLANTERWISDOM101

Excel Si Kruwok Merah: Akibat Besar Mluut

Saturday, March 28, 2020



Di sebuah kolam milik Desa Adat Tulung Harapan  tepatnya di belakang Pura Puseh, hiduplah bermacam-macam binatang  yang bergaul dengan rukun. Ada Deni si ikan lele, Dika seekor katak, Excel seekor kruwok merah (bangau)  dan Widya seekor ular. 

Pada suatu pagi yang cerah mereka sedang berkumpul dan ngobrol santai. 
Dika: "Halo Excel... apa kabar?... Pagi ini aku baru melihat mu, darimana saja kamu. Sepertinya kamu lama meninggalkan kolam ini?
Deni: "Iya, aku juga lama tidak mendengar kabar mu. Sebenarnya kamu kemana sih?"
Excel: "Kabar ku baik-baik saja. Memang benar kawan-kawan...  Tiga minggu ini aku terbang jalan-jalan ke kolam yang jauh dari sini. Kalian tidak akan mampu mencapai tempat itu".
Widya: "Lalu apa yang kamu lakukan di kolam itu?"
Excel: "Jangan kamu gak percaya ya..., selama aku disana aku berguru belajar ilmu pengobatan sehingga aku sekarang menjadi dukun sakti yang mampu mengobati penyakit apa saja...."
Widya: "Wah.... Hebat..."
Dika: "Jadi binatang sakti kamu sekarang Cel...?"
Excel: "Ya... iyalah....., masa ya.. iya.... dong. Duren aja dibelah bukan dibedong".
Deni: "Ah masa... aku kok belum percaya... Kok mudah amat kamu jadi dukun sakti yang pandai mengobati binatang sakit? Bukannya susah dan lama prosesnya untuk menjadi dukun sakti"
Excel: "Jangan gak percaya Den!! Nanti kamu kualat... bisa-bisa kamu ku kutuk menjadi ikan lele Den!"
Deni: "Lho... bukannya saya sekarang jadi seekor ikan lele?? kok dikutuk jadi lele lagi??"
Excel: "Hehehe.... Oh iya... ya. Saya lupa"
Deni: "Coba buktikan dulu kehebatan mu pada kami. Setelah itu baru kami percaya".
Dika: "Iya Cel... Buktikan dulu kesaktian mu!!!"
Deni: "Apa yang harus aku lakukan agar kalian percaya pada kehebatan kesaktian ku??? Ayo katakan saja!!!"
Deni: "Tadi kamu bilang, Kamu bisa mengobati segala penyakit binatang yang ada di kolam ini kan?"
Excel: "Iya... benar...!!!"
Deni: "Nah.. coba buktikan pada dirimu saja kesaktian mu itu!!"
Excel: "Apa maksudmu? Bagaimana caranya???"
Deni: "Coba kamu lihat badan mu sendiri, dari dulu aku lihat badan mu selalu kurus. Seperti binatang yang cacingan atau kekurangan vitamin dan wajahmu pucat penyakitan. Kalau kamu bisa mengobati dirimu dan merubah badanmu menjadi gemuk dan sehat barulah kami percaya seratus persen!!"
Excel: "Apa harus begitu...?  cara membuktikan kesaktianku? Tidak ada cara yang lain lagi?"
Dika: "Ya... Aku setuju pendapat Si Deni."
Deni: "Tidak ada cara lain Cel... kalau kamu memang sakti tentu kamu akan dapat dengan mudah mengobati dirimu sendiri"
Excel: "Baiklah... beri aku waktu 2 minggu, aku akan buktikan kesaktianku itu"

Excel kemudian pulang ke rumahnya dan  mencari daun daun yang berkhasiat obat dan berusaha meracik sendiri sebuah obat agar bisa mengobati badannya yang kurus dan wajahnya yang pucat.
Tapi setelah minum obat itu justru badannya menjadi semakin kurus dan wajahnya semakin pucat akibat kurang tidur dan membayangkan betapa malu dirinya nanti dihadapan teman-temannya. Dia  sudah terlanjur berani sesumbar pada mereka dengan mengatakan bahwa sekarang dia mampu mengobati segala penyakit padahal itu hanya cerita bohong karangannya saja.

--------Tiga Minggu Kemudian.........------------------

Pagi-pagi sekali Deni, Widya,  dan Dika pergi ke rumah Excel. Mereka ingin membuktikan kehebatan Excel dalam mengobati penyakitnya. Di Jalan mereka tidak henti-hentinya membicarakan 
kesaktian Excel. Ada yang percaya, ada yang tidak percaya, ada juga yang ragu-ragu.
Sesampainya di depan rumah Excel, mereka melihat pintu rumahnya masih tertutup rapat.
Kemudian mereka berteriak-teriak memanggilnya.
Tak lama kemudian Excel muncul dengan langkah gontai tak bersemangat.
Excel: "Oh kalian sudah datang ya???"
Deni: "Iya...  kami datang untuk membuktikan ucapanmu sekaligus membuktikan kehebatan kesaktian mu yang dapat mengobati segala penyakit".
Dika:  "Sekarang bagaimana? Apakah pandangan kami salah? sepertinya kamu tidak mampu mengobati dirimu sendiri bahkan aku melihat sakitmu bertambah parah"
Excel: "Maafkan aku kawan.... memang benar apa yang dikatakan Si Dika. Sebenarnya aku tidak pernah menjadi dukun sakti yang dapat menyembuhkan segala penyakit. Pada waktu itu aku telah berbohong pada kalian dengan tujuan agar kalian menaruh rasa hormat padaku. Tolong maafkan aku... sekarang aku merasa sangat menyesal"
Widya: "Baiklah.... kami memaafkan mu. Kalau memang kamu sudah menyadari kesalahan mu. Tapi jangan kamu ulangi lagi kesalahan mu itu. Dan kamu tidak perlu berbohong pada kami agar dihormati. kalau kamu bisa menjadi sahabat yang baik, jujur dan saling membantu, dengan sendirinya kamu akan dihormati.
Excel merasa sangat malu sehingga dia tidak berani bertemu muka dengan teman-temannya lagi dan pada hari itu juga Excel memutuskan pindah ke kolam yang lain.


Pesan Moral:
Jangan pernah berbohong mengakui hal-hal yang sebenarnya kamu tidak mampu. Karena suatu saat akan mempermalukan dirimu sendiri  jika  ternyata apa yang kamu katakan tidak terbukti.


Share This :

0 komentar

Adnow3

loading...