-->
BLANTERWISDOM101

Perdebatan yang Sia Sia

Saturday, March 28, 2020


Berbeda pendapat adalah merupakan hal yang lumrah dan boleh-boleh saja. Karena cara berpikir manusia berbeda antara satu dengan yang lain. Akibat berbeda pendapat muncul perdebatan. Perdebatan adalah mengemukakan argumen dari beberapa pihak dengan menyampaikan pola pikirnya masing-masing. Jika berdebat ingin mencari solusi terbaik dari sebuah permasalahan, tentu wajib dilakukan. Tetapi seandainya  hanya mengedepankan ego diri masing-masing pihak, itu akan berdampak buruk. Membuat renggang silaturahmi.

Alkisah, di sebuah negeri atas angin, di sebuah pasraman yang dipimpin oleh seorang guru yang bijaksana. Sang guru memiliki dua orang murid, yang seorang bernama Dio dan seorang lagi bernama Doni.

Suatu hari Dio dan Doni berdebat hebat tentang berapa hasil dari "tiga ditambah lima" (3 + 5). Dio berpendapat, tiga ditambah lima hasilnya "delapan" sedangkan Doni berpendapat hasilnya adalah "tiga puluh lima". Dio menggunakan kaidah perhitungan matematika dalam menjawab persoalan, tetapi Doni menggunakan "tafsir sendiri" dengan mengatakan bila "angka 3" ditambahkan "angka 5" maka hasilnya adalah "35".

Karena mereka sama-sama kukuh dengan pendapatnya "siapa yang benar", akhirnya mereka sepakat membawa persoalan itu kepada sang Guru. Si Dio sangat yakin dirinya benar, dia berkata bila salah rela dicambuk sepuluh kali. Tetapi Doni lebih yakin dengan pendapatnya, dia mengatakan : "bila aku salah, aku akan bunuh keluargaku dan diriku di hadapanmu"

Sesampai di hadapan guru, Doni langsung mengadu : "Guru, berapakah tiga di tambah lima? Dio menjawab delapan, dan bila salah dia bersedia dicambuk sepuluh kali. Tetapi kubilang, jawabannya adalah tiga puluh lima, dan bila salah, aku akan membunuh keluargaku dan diriku dihadapannya"

Setelah berpikir sejenak, sang guru pun memutuskan jawabannya adalah tiga puluh lima, dan Dio pun dicambuk sepuluh kali. Dio merasa heran dan merasa diperlakukan tidak adil, Dio pun protes kepada gurunya Tetapi sang guru berbisik pelan: "Inilah hukuman atas kebodohanmu mau-maunya  berdebat dengan ORANG BODOH. Siapa pun tahu, tiga tambah lima hasilnya delapan, tetapi aku tidak ingin melihat si ORANG BODOH itu membunuh keluarganya dan dirinya di pasraman ku. 

Terkadang, Orang yang "TIDAK SALAH" harus "dikorbankan" untuk menghindari pertumpahan darah...

Seringkali, orang yang berdebat tidak menghasilkan solusi apa-apa. Justru hanya akan menuai luka. Malah ada banyak kasus yang melahirkan permusuhan karena sebuah perdebatan. Orang yang dulunya selalu berteman baik, mendadak saling menjauh hanya karena sakit hati karena perdebatan. Orang yang dulunya kemana-mana bersama, justru kini saling menghindar dan tidak saling sapa karena baru saja berdebat. Padahal perbedaan itu adalah hal yang sangat wajar. Namun, manusia yang memiliki sikap egois tidak akan mudah menerima pendapat orang lain. Dalam perdebatan, juga sebenarnya tidak ada istilah menang dan kalah. Yang ada hanya merasa menang dan merasa kalah.

Maka dari itu hindarilah perdebatan yang tidak perlu.... Jangan menghabiskan energi untuk sesuatu yang hanya berakhir dengan kesia-siaan.
Share This :

0 komentar

Adnow3

loading...